Postingan

Nantikanlah aku dengan Ketenangan..

Gambar
Teruntuk Calon Bidadariku,,, Nantikanlah aku dengan Ketenangan.. Bismillahirrahmanirrahiim.. Ukhti.. Kau mungkin agak lelah dalam penantian, tapi yakinlah bahwa aku kan datang menjemputmu.. Bukan bak pangeran berkuda putih yang gagah atau pun bak pujangga yang melamarmu dengan sejuta puisi.. Ku akan menjemputmu dengan sebuah kesederhanaan milikku untuk membawamu membangun cinta dalam naungan_Nya.. Ukhti.. Kaulah tulang rusukku yang hilang, Maka bersabarlah sampai aku datang menyempurnakan dien kita. Kaulah bidadariku kelak, maka jagalah izzahmu sampai ku datang dengan gagah pada ke dua orang tuamu.. Bukan untuk mengajakmu menyenangkan syetan dalam maksiat. Ukhti.. Nantilah aku dengan penuh ketenangan,, Tenangmu bukan berarti diam tanpa arti. Tenangmu bukan berarti hanya menunggu  termenung.Namun  tenangmu adalah do’a dan tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.. Ukhti.. Sabarlah dalam penantianmu. Ku t...

Fi’il Shahih dan Fi’il Mu’tal

Gambar
Kata kerja dalam Bahasa Arab / kalimah fi’il, ada yang shahih dan ada yang mu’tal. Pengertian Fi’il Shahih adalah kalimah fi’il yang bentuk hururf-huruf aslinya, bebas dari huruf illah (و – ا – ي). Pengertian Fi’il Mu’tal adalah kalimah fi’il yang salah satu atau dua huruf asalnya teridiri dari huruf illah (و – ا – ي). الصَّحِيْحُ وِالْمُعْتَلُّ BAB SHAHIH DAN MU’TAL 1. Fi’il Shahih Adalah kalimah fi’il yang bentuk hururf-huruf aslinya, bebas dari huruf illah (و – ا – ي). Termasuk golongan Fi’il Shahih adalah: 1. Fi’il Bina’ Shahih/Salim (lihat Bina’ shahih di page Belajar I’lal –  BINA’ SHAHIH ) 2. Fi’il bina’ Mahmuz (tentang Bina’ Mahmuz di page Belajar I’lal –  BINA’ MAHMUZ ) 3. Fi’il bina’ Mudha’af (tentang Bina’ Mudha’af di page Belajar I’lal -  BINA’ MUDHA’AF ) 1. Fi’il Mu’tal Adalah kalimah fi’il yang salah satu atau dua huruf asalnya teridiri dari huruf illah (و – ا – ي). Termasuk golongan fi’il mu’tal adalah: ...

MENDIDIK DIRI SENDIRI

Gambar
Allah SWT mengingatkan, “Di antara orang-orang yang Kami (Allah) ciptakan terdapat umat yang memimpin manusia dengan kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil” (QS.7:181). Setiap manusia yang berakal jernih tentu ingin menjadi orang yang dimaksud oleh Allah SWT dalam QS.7:181, yaitu menjadi pemimpin yang benar dan adil. Untuk itu, setiap manusia hendaknya berkenan mendidik dirinya sendiri, agar dapat menjadi pemimpin yang benar dan adil. Mendidik  (educate)  biasanya dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Oleh karena itu, ketika konsepsi mendidik diri diperkenalkan, maka hal ini berarti memindahkan obyek yang sebelumnya orang lain ke diri sendiri. Dengan kata lain, mendidik diri sendiri berarti suatu proses mengajar, dan memberi informasi  (information)  atau pemahaman tertentu pada diri sendiri, agar siap berpikir, bersikap, bertindak, dan berperilaku tertentu sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Oleh karena yang bersangkutan b...

Cara Menjadi orang Bijaksana dan Dewasa

Gambar
Cara Menjadi orang Bijaksana dan Dewasa  -   j amalluddin El Azizz Menjadi dewasa adalah pilihan atau tuntutan?? beranjak dari masa muda yang penuh dengan kesenangan dan suka bersenang-senang untuk menjadi seorang yang lebih dewasa, lalu bagaimana cara mendewasakan diri? Ingin di hargai orang ? ingin di anggap dewasa? ingin menjadi bijaksana? itu tidaklah mudah jika sobat tidak merubah kebiasaan buruk sedikit demi sedikit secara bertahap dan lakukan secara berkala untuk mengurangi  hal-hal yang di lakukan anak Remaja . Jika kita  ingin di hargai orang lain  maka kita juga harus menghargai orang, bukankah begitu? jika kita tidak bisa menghargai orang, bagaimana kita bisa di hargai orang lain? Dalam hal kategori cara menghargai orang ini adalah kategori yang cukup sulit di lakukan anak kota yang mayoritas lebih dari 70% adalah sombong. Dalam hal ini sebenarnya mudah dan simple, hanya saja untuk anak yang sombong ini akan sedikit sulit, tapi j...

Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia

KATA PENGANTAR  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah Pancasila Drs. Soewarno M.Hum. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Pancasila atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat mena...